Connect with us

Subscribe

Asa Mulchias

Bangun Bisnis Dengan Crowdfunding, Intip 5 Tips Sukses Ala Mizzen + Main

Pemasaran visual terbukti lebih efektif dibandingkan cara-cara lain

Photo by Ryan McGuire from Gratisography

Bisnis yang didirikan lewat crowd-funding sedang jadi tren. Jika Anda tak kunjung bisa memiliki perusahaan Anda karena masalah dana, kenapa tidak mencoba metode ini? Harus diakui, crowd-funding memang ide yang menarik. Akan tetapi, kalaupun Anda ingin melakukannya, bagaimana cara melakukannya? 

Salah satunya dengan ikut ajang crowd-funding, yang kini marak digelar. Tapi jangan asal ikut. Belajarlah dari kisah sukses Web Smith dan Kevin Lavelle. Bersama Mizzen + Main—perusahaan garmen yang memproduksi pakaian-pakaian pria anti kusut dan anti keringat dengan teknologi khusus—keduanya berhasil mendapatkan 100 persen dari ajang crowd-funding, Kickstarter! 

Ada beberapa jalan yang Smith dan Lavelle tempuh. Berikut beberapa tips-nya, untuk Anda:

Brand Kuat, Produk Hebat. Sebelum ikut Kickstarter, Smith dan Lavelle telah terlebih dahulu memiliki brand atau merek Mizzen + Main. Realitasnya, cuma sedikit sekali pebisnis yang ikut proyek crowd-funding, tapi belum punya merek. Pilihlah merek yang eye-catching, sekaligus kokoh, sesuai segmen bisnis yang Anda hendak geluti. Ciptakan juga produk yang punya nilai jual dan differensiasi dengan produk lain.

Siap “Dikunjungi”. Jangan ikut ajang crowd-funding, sedangkan Anda belum siap menerima pertanyaan dan penilaian dari calon konsumen. Persiapkan semuanya. Buatlah website, logo yang oke, akun jejaring sosial, spesifikasi produk, dan lain sebagainya. Kenapa? Karena ajang seperti ini amat cocok untuk alat marketing Anda. 

Bukan Pelanggan Pertama. Jangan gunakan ajang crowd-funding untuk membangun jaringan pelanggan pertama. Cara seperti ini sangat tidak membangun trust orang lain kepada perusahaan Anda. Sebelum masuk ke medan crowd-funding, bangun relationship dengan berbagai orang, komunitas, dan maintain komunikasinya. Merekalah yang akan membantu bisnis Anda berkembang pesat di masa depan. 

Modal Masuk Akal. Jangan menuliskan target dana crowd-funding yang terlalu besar. Belajar dari ajang Kickstarter, tidak semua penawaran crowd-funding mendapat respon dan antusiasme penuh dari orang-orang. Buatlah angka yang masuk akal dan realistis. 

Video Marketing. Pasarkan crowd-funding Anda dengan video, lalu unggah di Youtube. Pemasaran visual terbukti lebih efektif dibandingkan cara-cara lain. Karenanya, tak ada salahnya meluangkan waktu dan menginvestasikan sedikit dari budget Anda untuk membuat video yang bagus. Anda bisa meminta bantuan jasa profesional, atau—jika Anda mau—belajarlah secara otodidak untuk menghasilkan video Anda sendiri.

Sign Up to Our Newsletter

Asa Mulchias
Written By

Asa Mulchias is Marketing In Asia’s Editor for Bahasa Indonesia. He has more than 10 years of experience as a senior writer and executive editor working for large conglomerates such as Booking.com, Samsung, Rocket Internet and SEA Investment Capital to name a few. Follow him on LinkedIn.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Entrepreneurial VS Traditional Marketing

Malaysia

4 Marketing Methods Set To Dominate 2021

Asia

Customer Engagement: The Targeting Endgame

India

How TikTok Analytics Can Boost Your ROI

Indonesia

Connect
Sign Up to Our Newsletter