fbpx
Connect with us

Subscribe

iPrice

Cara iPrice & Agensi Content Marketing Global Menggunakan Data Untuk Mendapatkan Publikasi Gratis Dari Media Berita Terkemuka

Kata-kata tanpa data hanya menjadi sebatas opini

Photo by Christina Morillo from Pexels

Oleh, Aldo Fenalosa

Universiti Malaya di Kuala Lumpur berada di rangking ke-59 terbaik dunia pada tahun ini. Sedangkan salah satu kampus negeri unggulan tanah air, Universitas Indonesia, berada di peringkat 305. Satu orang terdekat saya pernah mengatakan “biaya kuliah di Universiti Malaysia sama saja dengan Universitas Indonesia, mendingan ke UM karena rangkingnya lebih tinggi”. Saya sedikit skeptis. “Harusnya lebih mahal dong karena kampus luar negeri dan rangkingnya tinggi,” pikir saya.

Kemudian dia menyodorkan rincian data biaya kuliah yang sudah dirisetnya beberapa waktu sebelumnya. Biayanya memang tipis-tipis sama. Saya kemudian menerima temuan ini sebagai wawasan baru karena data yang dia berikan cukup meyakinkan.

Apa itu konten berbasis data?

Konten berbasis data adalah sebuah produk informasi yang dibangun berdasarkan referensi dan analisis dari sekumpulan fakta dan statistik. Setidaknya, itulah pemahaman yang saya temukan dalam aktivitas tim content marketing di iPrice.

Di era digital, siapapun bisa membuat konten. Hanya saja, akan sulit meyakini audiens jika formula konten yang dibuat sebatas formalitas atau analisis kering tanpa kejelasan data.

Kata-kata tanpa data hanya menjadi sebatas opini. Dan by default, kita lebih sulit menerima opini sebagai informasi utama. Hal yang sama juga berlaku ketika seorang content marketer membuat konten untuk mendapatkan backlink dari situs-situs internet berotoritas tinggi.

Tantangan utama ketika mengumpulkan data

Langkah awal dalam membuat konten berbasis data adalah mengumpulkan data. Tapi data tidak selalu otomatis hadir dalam bentuk spreadsheet atau tabel-tabel yang siap untuk dianalisis. Terkadang, data yang dimau lebih banyak berceceran di pojok-pojok internet dengan akses yang tidak jelas.

Di tim content marketing iPrice sendiri, ada dua tantangan utama ketika mengumpulkan data, yaitu:

  • Sumber data yang terpercaya.
  • Relevansi data dengan ide konten.

Untuk mengatasi tantangan itu, kami menggunakan sejumlah pendekatan, yakni:

  • Mengoptimalkan data internal sebagai sumber data yang terpercaya. Beruntung iPrice memiliki data katalog produk yang diagregasi dari berbagai merchant di industri e-commerce. Data internal ini memiliki informasi yang cukup relevan untuk memahami perilaku konsumen belanja online.
  • Meninjau konten yang sudah ada. Di sini kami mempertimbangkan kembali apakah konten yang sudah kami rilis di masa lalu bisa dimutakhirkan untuk memenuhi informasi di masa sekarang.
  • Melihat sumber data dari konten inspiratif yang ada di internet. Konten-konten inspiratif membantu kami dalam mengidenfikasi sumber data karena mereka kerap mencantumkan sumber data beserta tautan ke data terkait.
  • Menduplikasi formula data yang digunakan oleh agensi lain. Ini bermanfaat untuk efisiensi kerja dan jalan pintas mendapatkan ide konten dan panduan yang telah teruji oleh orang lain.
  • Menjalin kerjasama dengan situs penyedia data. Ada sejumlah situs penyedia data yang membuka diri untuk bekerja sama dengan pihak lain untuk satu dan sejumlah hal. Peluang ini bisa dimanfaatkan sebagai jalan keluar bila data yang kita inginkan benar-benar sulit didapat.
  • Menanyakan langsung pada praktisi yang lebih ahli. Banyak orang di Industri content marketing senang berbagi pengetahuan dengan sesamanya. Yang tinggal kita lakukan adalah membangun relasi dengan orang yang dipercaya ahli. Kami baru-baru ini melakukan sendiri dengan Shannon McGuirk, Head of PR & Content di Aira Digital, sebuah agensi internasional berbasis di London, Inggris.

Mengapa konten berbasis data efektif untuk mendapatkan publikasi dari media?

Setelah bergabung dalam tim content marketing, saya jadi tahu bahwa agensi marketing besar seperti Fractl, Distilled, dan Builtvisible kerap menggunakan konten berbasis data agar mendapatkan seporsi peliputan di situs-situs media. Saya juga jadi tahu bahwa konten-konten itu dimuat gratis oleh media. Iya, agensi marketing yang saya sebutkan tadi tidak membayar media yang dituju untuk memublikasikan konten mereka. Kok bisa?

Konten berbasis data sejatinya adalah produk tradisional media massa. Jurnalis merupakan pengumpul data, media adalah tempat mereka mengolah data untuk memenuhi kebutuhan informasi orang ramai.

Produk jurnalistik yang mereka kemas, seperti straight news atau artikel feature, dihimpun dari data-data yang mereka temukan ketika meliput di lapangan atau riset di berbagai platform. Data dianggap terpercaya hanya bila menyajikan informasi yang akurat dengan pedoman asal dan akses yang jelas.

Data-data itu kemudian mereka saring berdasarkan peringkat nilai berita. Nilai-nilai berita sangat penting dalam proses ini karena membantu jurnalis untuk mengidentifikasi unsur-unsur cerita yang akan menarik perhatian banyak orang. Jadi, selama content marketer dapat menunjukan data terpercaya dan cerita yang newsworthy di dalam konten mereka, media massa akan dengan senang hati memuat konten itu karena pekerjaan mereka dalam mengolah informasi jadi lebih ringan dan efisien.

Apalagi, menurut tulisan yang dimuat MOZ, tren jurnalisme data di situs media semakin meningkat sejak beberapa tahun belakangan.

Berkat implementasi konten berbasis data sejak empat tahun terakhir, iPrice berhasil mendatangkan 400 ribuan backlinks ke situs iPrice.co.id yang mayoritas berasal dari situs media massa (*berdasarkan data dari Ahrefs tanggal 5 November 2020). Salah satu konten berbasis data yang punya performa paling tinggi dan paling sering diberitakan media adalah laporan Peta E-commerce Indonesia yang terbit sejak tahun 2017.

Bagaimana tim content marketing iPrice menghubungkan data denganbrand mereka?

Sebelum menggunakan data untuk konten, kita mesti berpikir strategis. Apa manfaat data ini untuk brand? Bagaimana orang-orang menafsirkan brand kita setelah membaca konten?

Terkadang, kita sendiri tidak langsung dapat mengetahui koneksi data dan brand sendiri. Karenanya butuh sedikit brainstorm untuk memetakan posisi data dan brand kita.

Di iPrice, kami memetakan sejumlah elemen yang bisa dieksplor ketika mencari data yang sesuai untuk branding perusahaan. Berikut elemen iPrice yang kami gunakan sebagai rujukan eksplorasi topik dan data.

Inilah beberapa konten di iPrice Indonesia yang lahir dari penggabungan data dan brand perusahaan iPrice:

1. Disney Plus Hadir di Indonesia, Bagaimana Jika Dibandingan dengan Netflix?

Tipe Konten: B2C

Topik: Perbandingan tarif berlangganan dan konten eksklusif antar penyedia layanan streaming di Indonesia.

Sumber Data: Situs resmi Netflix, Amazon Prime, Disney+ (daftar tarif), situs Reelgood.com (jumlah konten eksklusif).

Elemen Brand: Product, Technology.

2. Daftar Aplikasi E-wallet Terbesar di Indonesia Berdasarkan Pengguna Aktif Bulanan

Tipe Konten: B2B

Topik: Perbandingan jumlah pengguna aktif masing-masing aplikasi e-wallet dalam setahun terakhir di Indonesia.

Sumber Data: Situs penyedia data, App Annie (jumlah pengguna aktif bulanan).

Elemen Brand: Digital Economy, Product, Technology.

3. Musim Pandemi, Orang Tetap Cari Mobil?

Tipe Konten: B2B

Topik: Naik turun popularitas kata kunci merek mobil ketika periode lockdown di Indonesia.

Sumber Data: Google Keyword Planner (total volume pencarian kata kunci masing-masing merek mobil).

Elemen Brand: Online Shopping Behaviour, Product.

4. Tren Pencarian Model Sepeda di Indonesia

Tipe Konten: B2C

Topik: Identifikasi tren berdasarkan kata kunci pencarian model sepeda di Indonesia.

Sumber Data: Google Trends (persentase search interest dari masing-masing kata kunci model sepeda).

Elemen Brand: Online Shopping Behaviour, Product.

5. Perilaku Belanja Online Harbolnas 2019 vs 2018 di Indonesia

Tipe Konten: B2C

Topik: Perbandingan perilaku belanja antar tahun berdasarkan kategori produk dan nilai keranjang belanja.

Sumber Data: Internal data iPrice (nilai keranjang belanja dan kategori produk populer berdasarkan aktivitas konsumen).

Elemen Brand: Online Shopping, Online Shopping Behaviour, Product, E-commerce Company, Product.

6. Rataan Estimasi Waktu Pengiriman Paket di Asia Tenggara

Tipe Konten: B2C

Topik: Kualitas layanan pengiriman barang dan kepuasan konsumen di regional Asia Tenggara berdasarkan waktu kirim.

Sumber Data: Survei dan internal data dari Parcel Perform, perusahaan bidang logistik (penilaian kualitas pelayanan dan kepuasan pelanggan).

Elemen Brand: Product, Online Shopping, E-commerce Company.

7. Profesi Termahal Perusahaan E-commerce vs Perusahaan Retail Fisik

Tipe Konten: B2C

Topik: Perbandingan estimasi gaji pegawai perusahaan e-commerce and retail fisik.

Sumber Data: Map of E-commerce (daftar 10 perusahaan e-commerce teratas), situs Qerja (daftar jabatan dan estimasi gaji di masing-masing perusahaan).

Elemen Brand: E-commerce Company, Technology, Digital Economy.

8. Merek Sepatu Bola Terbaik di Champions League Berdasarkan Total Gol

Tipe Konten: B2B

Topik: Mengurutkan merek sepatu bola terbaik berdasarkan gol yang paling banyak dicetak pemain yang memakainya.

Sumber DataSitus UEFA (daftar pencetak gol terbanyak), situs Football Boots DB (informasi merek dan model sepatu yang dipakai semua pemain sepak bola di Champions League).

Elemen Brand: Product, Online Shopping.

9. Jejak Perjalanan Karir 18 Pendiri Alibaba Group

Tipe Konten: B2B

Topik: Relasi karir antar pendiri Alibaba Group

Sumber Data: Riset manual dan analisis dari beragam media massa yang pernah memuat berita mengenai Alibaba Group (identifikasi identitas masing-masing pendiri).

Elemen Brand: Technology, E-commerce Company, Digital Economy.

Bagaimana agensi content marketing dan situs data visualisasi berskala global menggunakan data dalam formula konten mereka?

Terkadang kita tidak perlu untuk memaksakan diri reinvent the wheel, kita cukup menduplikasi metode dasar yang sebelumnya telah dibuat atau dioptimalkan oleh orang lain. Hal yang sama berlaku untuk formula penghubung data dan brand dari konten yang sudah ada di internet.

Di iPrice, kami sering menjadikan formula data yang digunakan agensi hingga situs visualisasi data populer sebagai pemancing ide untuk konten baru. Saya merangkum sejumlah konten dari agensi lain dengan formula data yang unik dan applicable untuk topik beragam.

1. Bezos’ Billions

Nama Agensi: Aira Digital

TopikPerbandingan kekayaan Jeff Bezos dengan nilai Produk Domestik Bruto (PDB) di masing-masing negara.

Sumber DataInternational Monetary Fund’s World Economic Outlook Database (peringkat masing-masing negara berdasarkan nilai PDB), Forbes 2018 Richest Billionaires List (angka kekayaan Bezos).

2. Travelling Vegetarian

Nama Agensi: BuiltVisible

Topik: Daftar kota paling ramah vegetarian di dunia

Sumber Data: Riset manual daftar restoran terbaik berdasarkan penilaian media, TripAdvisor (rating restoran vegetarian, ulasan pengunjung, dan lokasi restoran).

3. The Capacity of iPod

Nama Agensi: Distilled

Topik: Visualisasi kapasitas memori iPod jika dibandingkan dengan ukuran dan bobot vinyl.

Sumber Data: Situs resmi Apple (spek iPod Classic), situs toko musik (ukuran dan bobot dasar vinyl).

4. Dark Web Market Price Index

Nama Agensi: Fractl

Topik: Perkiraan nilai informasi personal konsumen sejumlah brand bila dijual ke dark web.

Sumber Data: Pasar dark web Dream, Point, dan Wall Street Market (untuk mengetahui nilai listing dari akun pengguna situs-situs tertentu yang telah dibobol).

5. Best in Show: The Ultimate Data Dog

Nama Situs Visualisasi Data: Information is Beautiful

Topik: Peringkat anjing ras yang dianggap paling berkualitas di dunia.

Sumber Data: American Kernel Club (daftar lengkap jenis anjing berdasarkan ras, ukuran badan, dan popularitas), survey pelatih intelegensi anjing, Canine Inherited Disorder Database (daftar penyakit anjing ras), situs Puppyfind.com (harga anjing ras), Pet Planet (biaya makan dan perawatan).

6. The Length of Car Handbooks Compared to Famous Novels

Nama Situs Visualisasi Data: Bristol Street Motors

Topik: Perbandingan ketebalan buku manual mobil dengan novel populer.

Sumber Data: Situs agregator buku manual mobil (kalkulasi jumlah halaman buku), situs katalog buku populer, kalkulasi manual estimasi waktu baca.

Bibliografi Online

https://www.top10vpn.com/research/investigations/dark-web-market-price-index-feb-2018-us/
https://moz.com/blog/data-science-content/
https://moz.com/blog/content-marketing-builds-links-and-earns-press-mentions/
https://ahrefs.com/blog/public-data-sets/
https://uk.rs-online.com/web/generalDisplay.html?id=i/bezos-billions
https://www.visualistan.com/2016/09/travelling-vegetarian-infographic.html
https://www.concerthotels.com/ipod-visualized-as-vinyl
https://www.informationisbeautiful.net/visualizations/best-in-show-whats-the-top-data-dog/
https://www.bristolstreet.co.uk/news/car-handbooks-are-longer-than-many-famous-novels–have-you-read-yours/

Sign Up for Our Newsletter

iPrice
Written By

iPrice curates highly insightful data that are unique and unbiased in the world of tech, e-commerce, and online retail by providing data-rich, interactive, and media-specific targeted content that varies from the latest tech trends to the top e-players in Southeast Asia. They also provide high-quality country-specific insights and data on seven markets, namely Singapore, Hong Kong, Vietnam, Thailand, Indonesia, Malaysia, and the Philippines. Through collaborations with data partners such as App Annie Intelligence, SimilarWeb, and Parcel Perform, iPrice has been featured on numerous prominent publications including South China Morning Post, Bloomberg, Motley Fool, Nasdaq, IGN, and Tech Crunch, to name a few.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

K-pop Superfans Can Spend Up To US$1,400 On Their Idols

iPrice

Tips Trend Monitoring Untuk Konten Yang Relevan Dengan Audiens iPrice

iPrice

Re-Imagining The Retail Landscape – How Mall Brands Can Stay Meaningful Amidst The Pandemic

Report

ADARA: Surge in travel activity between HK and SG

Report

Connect
Sign Up for Our Newsletter