fbpx
Connect with us

Subscribe

Report

Edelman Trust Barometer 2021, Ungkapkan Tingkat Kepercayaan Yang Tinggi Di Indonesia

Orang Indonesia memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap institusi Bisnis, Pemerintah, Media, dan NGO, dibandingkan dengan banyak negara lain di dunia

Photo by Yulia Agnis on Unsplash

Edelman Trust Barometer 2021 mengungkapkan bahwa orang  Indonesia memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap institusi Bisnis, Pemerintah, Media, dan  NGO, dibandingkan dengan banyak negara lain di dunia, berada di peringkat dua menurut indeks  global tahun ini.  

Meski tingkat kepercayaan untuk seluruh institusi tetap tinggi, Bisnis memimpin sebagai peringkat  pertama (78%), 8 poin lebih tinggi dibanding Pemerintah. Temuan ini konsisten dengan tren global dimana Bisnis mengungguli pemerintah di 18 dari 27 negara yang diteliti oleh Barometer. 

Namun, tingkat kepercayaan Indonesia tidak selaras dengan populasinya, perbedaan  kepercayaan antara kelompok yang terinformasi dengan baik dan populasi umum telah meluas  hingga perbedaan tingkat kepercayaan sebesar 15 poin.  

Pandemi meningkatkan kekhawatiran mengenai mata pencaharian dan urgensi dari  masalah-masalah sosial  

Ditemukan bahwa ternyata tertular virus COVID-19 bukanlah kekhawatiran terbesar bagi  masyarakat Indonesia; 89% khawatir akan kehilangan pekerjaan sedangkan hanya 75% yang  khawatir terhadap virus tersebut. Temuan ini konsisten dengan adanya kegelisahan umum di  Indonesia untuk mempertahankan pekerjaan, dengan 69% responden menyatakan bahwa jam  kerja mereka berkurang atau pekerjaan mereka ditiadakan. . 

Ketakutan ini meningkatkan rasa urgensi masyarakat Indonesia terhadap institusi untuk  menyelesaikan masalah-masalah sosial yang kritis, termasuk meningkatkan sistem perawatan  kesehatan (+72 poin), menangani kemiskinan (+70 poin) dan meningkatkan kualitas sistem  pendidikan (+69 poin). 

Rendahnya praktik information hygiene mendorong literasi informasi sebagai prioritas  

Tahun ini, Edelman Trust Barometer juga mengukur sebaik apa responden mempraktikkan  evaluasi penerimaan dan penyebaran informasi yang baik atau information hygiene yang baik – ditentukan oleh keterlibatan mereka dengan berbagai sumber berita, penghindaran dari echo  chambers atau informasi yang berulang-ulang, dan verifikasi informasi sebelum mengkonsumsi  dan menyebarkannya. Studi menunjukkan bahwa hanya 1 dari 4 orang Indonesia telah  mempraktikkan proses pengolahan informasi yang baik. Dengan demikian, rakyat Indonesia  menyadari pentingnya untuk memprioritaskan literasi informasi dan media yang lebih besar (+63 poin) dan literasi sains (+53 poin) sebagai usaha untuk menangani misinformasi. 

Kepercayaan menjadi lokal, memperkuat kesempatan bagi perusahaan dan CEO untuk  menyediakan informasi yang dapat diandalkan

Data dari Trust Barometer Edelman menunjukkan penurunan kepercayaan terhadap pemimpin  pemerintahan (65%) dan jurnalis (67%), masyarakat Indonesia lebih mempercayai sumber lokal  yang lebih dikenal seperti pemimpin agama (83%) dan “CEO perusahaan saya” (85%). 

Walaupun kepercayaan terhadap seluruh sumber informasi menurun – baik secara global  maupun di Indonesia – media tradisional (66%) dan media milik institusi sendiri atau owned media (63%) masih dipercayai di Indonesia. Ada peluang bagi bisnis untuk menggandakan media  miliknya sebagai sumber informasi yang dapat diandalkan sehingga menguatkan kepercayaan  terhadap brand dan reputasi secara kesuluruhan. 

Brand telah menjadi penerbit dan mereka terus meningkatkan penggunaan platform komunikasi  milik sendiri dan kanal media sosial untuk manyampaikan pesannya untuk dunia, namun  biasanya mereka tidak melakukannya dengan baik,” ujar Bob Grove Chief Client & Operating  Officer dari Edelman Asia Pasifik. “Pada lingkungan di mana adanya ketidakpastian mengenai  sumber informasi yang terpercaya, brand memiliki peluang unik untuk menjadi berbeda, menjadi  transparan dan menjadi perwakilan informasi yang terpercaya.” 

Ikatan kepercayaan perusahaan dan karyawan masih kuat, dengan ekspektasi lebih tinggi  

Studi tahun ini juga menyoroti hubungan yang kuat antara perusahaan dan karyawannya dengan  92% masyarakat Indonesia menyatakan bahwa mereka mempercayai perusahaan mereka.  Selain itu, media perusahaan telah menjadi sumber informasi yang dapat dipercaya (59%) – lebih  tinggi daripada komunikasi pemerintah maupun laporan media tradisional. Namun, meningkatnya  kepercayaan ini datang dengan ekskpektasi yang lebih besar. 

Karyawan mengharapkan adanya peningkatan kesehatan dan keamanan bagi karyawan (+55  poin), komunikasi rutin dengan karyawan (+57 poin) dan program peningkatan kemampuan bagi  karyawan (+57 poin). Data Edelman juga menunjukkan bahwa perusahaan diharapkan  memperhatikan pandangan karyawan saat membuat keputusan bisnis: dua dari tiga orang  percaya bahwa mereka memiliki kuasa untuk merubah perusahaan dan 51% menyatakan mereka  akan lebih mungkin menyuarakan ketidaksetujuan mereka kepada manajemen atau melakukan protes di tempat kerja dibandingkan saat satu tahun lalu.  

Bisnis dan CEO pimpin pemulihan pandemi 

Sebagai institusi dan pemimpin yang paling dipercayai, CEO perusahaan diharapkan untuk terus  memainkan peran besar dalam mengambil langkah-langkah ke depan; 72% dari orang Indonesia menyatakan bahwa CEO mereka perlu mengambil alih saat pemerintah tidak menyelesaikan  permasalahan yang ada, 72% percaya mereka seharusnya memastikan pertanggungjawaban  kepada publik, dan 74% percaya bahwa mereka seharusnya memimpin perubahan daripada  menunggu pemerintah untuk mendikte perubahan bagi mereka. Selanjutnya, 92% orang  Indonesia berharap CEO mereka berbicara di depan publik mengenai isu-isu sosial. 

Selain itu, dengan bisnis mulai melakukan perencanaan pemulihan ekonomi, bekerja kembali di  kantor terus menjadi kekhawatiran bagi 50% pekerja. Perusahaan perlu memahami bahwa  lingkungan kerja telah berubah selamanya ketika membentuk rencana kerja di masa depan,  seiring dengan surutnya pandemi.

Untuk mengejar peluang yang ada bagi bisnis dan membantu mereka menentukan langkah  selanjutnya, Edelman menarik 4 poin penting dari temuan tahun ini: 

  1. Rangkulah mandate yang diperluas ini. Jadilah pemimpin dari isu yang penting bagi  masyarakat.  
  2. Pimpin dengan fakta, namun bertindak dengan empati. Sampaikan dengan lugas, namun  juga tangani dan pahami ketakutan publik.  
  3. Sediakan konten yang dapat dipercaya. Berikan informasi yang jujur, tidak bias, dan  dapat diandalkan sembari menghilangkan misinformasi yang ada.  
  4. Jangan lakukan sendiri. Bermitra dengan institusi lain seperti media, pemerintah, dan  LSM untuk menemukan tujuan yang sama dan mengambil tindakan kolektif.  

Grove menambahkan: “Edelman Trust Barometer telah menunjukkan mandat yang jelas bagi  bisnis untuk meningkatkan platform dan pengaruhnya dalam mengarahkan perubahan yang  efektif dan menyelesaikan kekhawatiran-kekhawatiran publik. Bisnis dan pemimpinnya perlu  bangkit untuk tantangan yang ada.”

Sign Up For Our Newsletter

Editorial Team
Written By

Do you have an article, infographic, podcast, presentation slides, press release or a key individual from your organisation that you'd like to highlight on Marketing In Asia? Head on over to Upload Your Content for more info.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Good, The Bad, & The Newbie: To Win Over Consumers, PH Telco Players Need To Listen To Social Media

Report

Spike In Travel Search Activity Between Singapore & HK Following Air Travel Bubble Announcement

Report

EY Survey: Digital Home Services Boom Fuels Anxiety Around Well-Being & Data Privacy

Report

Dable Publishes Report On South Korean Media Consumption Trend For 2020

Report

Connect
Sign Up For Our Newsletter